15 Januari 2018

Jalan Jalan Ke Marketplace Lucaya

Postingan kali ini masih dalam rangka drydock kapal pesiar tempat saya bekerja. Drydock kali ini memakan waktu hingga 10 hari lamanya. Untuk setiap perusahaan barangkali memiliki ketentuan berbeda untuk hal drydock, namun di perusahaan tempat saya bekerja setiap kapal akan melalui masa drydock setiap 5 tahun.

Karena masih drydock jadi kapal benar-benar kosong sehingga untuk kami yang bekerja di hotel department tidak memiliki banyak pekerjaan. Bisa dibilang ini hanya kerja ringan dan bahkan kita setiap tiga hari sekali mendapatkan full day off.


Dan di full day off kali ini saya sempatkan untuk berjalan-jalan ke port Lucaya atau banyak yang bilang Lucaya Market Place – Bahamas. Dari Freeport Bahamas tempat kapal saya drydock membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan menggunakan shuttle bus. Transportasi gratis disediakan untuk crew yang ingin pergi mengunjungi Lucaya Market Place. Namun untuk bus ada jam jam tertentu saja. Kalau tidak ingin repot biasanya banyak crew memilih menumpang taxi. Dengan jarak yang sama menggunakan minivan kita dikenakan $5 per orang (5-7 orang dalam taxi).

Port Lucaya ini penduduknya rata-rata berkulit hitam. Sepertinya bukan di Lucaya saja tapi hampir seluruh Bahamas dan Caribbean penduduknya berkulit hitam. Sesuai dengan judulnya yaitu market place! Ya tentu saja kita diturunkan di pasar, deretan toko-toko sudah menyambut kami saat turun dari bus. Dari mulai toko yang menjual beragam kerajinan khas Lucaya ataupun toko dengan brand ternama seperti toko jam, toko perhiasan (Pandora), toko parfume dan banyak lagi.

Sempat berkeliling sejenak dan kami mampir di stand Harley Davidson. Melihat-lihat bergam koleksi baju, topi dan souvenir Harley. Saya tertarik dengan satu baju kaos dengan sablon di punggung berlukiskan pemndangan pantai grand Bahamas. Awalnya harga tertera $30 dollar dengan diskon 30%. Hati inipun senang karena dapat diskon, namun setelah di kasir ternyata harganya jadi sama saja karena terkena pajak yang cukup besar hingga $2.

Baiklah setelah puas berkeliling kami berkunjung ke sebuah restaurant yang menyajikan menu “wifii gratis dan cepat” ha..ha..ha.. sebenarnya bukan menunya yang penting bagi saya dan kawan-kawan, tapi signal wifii nya. Saat turun dari bus sempat seorang teman mengatakan di zobras restaurant itu wifiinya bagus. Jadi kami datang ke zobras greek restaurant. Terdengar cukup aneh karena kami orang Indonesia, jalan-jalan di bamahas (Caribbean) namun makan di restaurant Greece (yunani). Tetapi ya sudahlah yang penting perut kenyang dan bisa download dengan wifii gratis.


Untuk para wisatawan banyak hal yang bisa dilakukan di Lucaya ini seperti, catamaran sailing, swimming with dolphin, swimming with sharks, golf dan watersport. Seperti kebanyakan Negara di Caribbean, disini juga pantainya bersih dan indah, jadi banyak yang hanya sekedar bersantai atau berenang di pantai. Saya kira sangat sedikit atau hamper tidak ada wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Bahamas. Terkecuali crew kapal pesiar yang memang selalu ada rute pelayaran ke Bahamas.

Pertamakali Drydock di Kapal Pesiar


Setelah kontrak kerja ini berjalan selama hamper dua bulan akhirnya kapal pesiar tempat saya bekerja masuk ke jadwal untuk drydock. Ini merupakan pengalaman pertama saya berada pada situasi kapal yang sedang drydock. Pengertian drydock sebenarnya simple saja, sama seperti mobil yang melakukan service berkala. Kapal pesiar yang besar dan memiliki mesin-mesin besar ini pun perlu perawatan dan pengecekan bagian mesin dan exterior maupun interiornya. Perbaikan mesin kapal pesiar dan hal lainnya yang membutuhkan waktu lama dan mengharuskan kapal untuk tidak melanjutkan perjalanannya itulah yang disebut dengan drydock. Ada juga istilah lain dari perbaikan yang dilakukan dengan cepat dan bisa selesai dalam 1 hari disebut dengan wetdock.

Kapal pesiar tempat saya bekerja berkapasitas sekitar 3.000 penumpang dan 1.200 crew members. Pada bulan januari 2018 ini sedang melakukan aktifitas drydock di shipyard Freeport Bahamas. Ditempat inilah sebagian besar kapal-kapal pesiar besar dan mewah yang memiliki rute Caribbean menjalani proses drydock. Untuk drydock kali ini kapal kita hanya melakukan perbaikan dan pengecekan di engine jadi yang lebih utama bekerja adalah marine department. Sedangkan department yang lain seperti housekeeping melakukan kegiatan general cleaning di beberbagai lokasi di dalam kapal. Untuk department saya yaitu food and beverage terbilang cukup santai karena hanya menyiapkan makanan untuk crew dan juga para kontraktor.

Menurut pengalaman beberapa teman mengatakan ke saya bahwa tempat kita drydock saat ini kurang menarik bagi crew. Jarak  dari tempat drydock ke pusat kota juga lumayan jauh. Meskipun disediakan shuttle bus namun tetap saja butuh waktu karena jarak yang jauh dan minimnya shuttle bus. Berbeda halnya dengan drydock di kawasan asia (biasanya di singapura) atau di eropa (biasanya di perancis), disana lebih dekat ke pusat kota dan banyak hal yang bisa kita lakukan juga kunjungi.

Mungkin pihak HRD mengerti akan hal ini maka mereka bersama team nya banyak mengadakan acara-acara untuk crew. Seperti crew party, crew special dinner, pool party, crew movie dan masih banyak lagi. Menurut saya cukup menghibur. Apalagi ketika saya mendapatkan jatah libur satu hari penuh, biasanya saya gunakan untuk melihat acara-acara itu. Dan malam harinya saya bersama teman akan datang ke crew movie (seperti bioskop).

Untuk masalah gajih tentunya bagi mereka yang mendapatkan gajih fixed monthly salary tidak berpengaruh dalam situasi drydock seperti ini. Namun untuk saya yang mengandalkan keberadaan tamu untuk mendapatkan gaji (tipping personel) akan merasa rugi dan tidak mendapatkan bayaran. Tetapi tetap bersyukur karena tentunya drydock bertujuan untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.


Sampai bertemu lagi di artikel saya lainnya dengan edisi drydock ini. Salam sukses dan keep cruising!

cari artikel menarik disini