12 Agustus 2017

Berkeliling Malta-Valleta Dengan Bus Terbuka

Ini salah satu bilai tambah yang bisa kita dapatkan saat bekerja di kapal pesiar. Disaat kita bekerja kapal kita terus berkeliling dan menyinggahi Negara demi Negara. Pengalaman yang sekarang ingin saya bagikan adalah pada saat saya singgah di Negara yang bernama Valleta, tepatnya di kota Malta.

Bagi kamu yang saat ini sedang bekerja di kapal pesiar akan sangat mengenal kota Malta-Valleta ini. Hampir setiap perusahaan kapal pesiar yang memiliki itinerary ke wilayah Negara-negara di eropa pasti mampir di Malta. Bahkan ada beberapa perusahaan kapal pesiar yang mendaftarkan kapal-kapalnya di kota ini. Saya kurang tahu mengapa kapal mereka beregister Malta, padahal perusahaannya dari Amerika. Namun menurut beberapa kawan-kawan yang bekerja di deck mengatakan kalau malta adalah Negara yang kecil dan tidak memiliki wilayah lautan yang luas sehingga pajak dan registrasi kapal pun bisa lebih murah dibandingkan dengan Negara tempat perusahaan kapal tersebut berasal.

Kota Malta memiliki design yang begitu indah. Arsitektur yang berkelas pada jaman itu menjadikan kota malta pada jamannya sebagai kota modern dan berkelas. Pada jaman itu para designer kota malta telah memikirkan tentang grid system. Adalah sebuah system tata ruang kota yang begitu detail dalam pengaturan air dan keluar masuknya udara. Arsitekktur di kota ini sebagian besar dipengaruhi dari arsitekktur Italy. Adalah Gerolamo Cassar (1520-92) designer yang lama belajar di Italy banyak memberikan pengaruh terutama dalam arsitektur gereja cathedral di Malta.

Saya berkeliling kota Malta dengan menggunakan bus pariwisata yang bertingkat, dimana tingkat pertama seperti bus biasa, namun di tingkat kedua dibiarkan terbuka. Saat itu saya lebih memilih berada di atas agar bisa leluasa mengambil foto saat berkeliling kota malta. Dengan tiket seharga 20 euro saya bisa menikmati keindahan arsitektur kota malta. Bus ini nantinya akan berhenti di beberpa titik dan kitapun bisa turun dan berkeliling kemudian naik busa yang datang setelahnya. Namun jika tidak ingin turun bisa saja tetap diatas bus dan melanjutkan city tour kita.

Saat berkeliling dengan bus ini saya merasa seperti mamasuki dunia film kartun ‘CARS’. Saya yakin kamu pernah menonton film kartun yang berisi mobil bisa bicara itu. Banyak sekali hal-hal yang mirip dengan film itu yang saya lihat di kota Malta ini. Misalnya saja mobil-mobil tuanya, ladang pertaniannya, stasiun pengisian bahan bakarnya dan masih banyak lagi yang membuat saya sering tertawa sendiri.

Setelah berkeliling kota maka bus kita akan kembali ke titik awal kita naik. Sebelum mengakhiri city tour saya sempat singgah ke sebuah benteng dekat dengan pelabuhan. Saya kira dahulu benteng ini digunakan sebagai pintu pertahanan awal saat ada yang ingin menyerang kota dari arah laut. Terlihat banyak sekali meriam-meriam yang hingga kini masih aktif berjejer di benteng ini. Di benteng ini juga dijelaskan bagaimana mereka membuat bahan peledak untuk peluru meriam-meriam itu juga berbagai peralatan pelengkap senjata meriam.


Bagaimana penduduk kota merawat dan memelihara warisan sejarah dari nenek moyang mereka sungguh patut kita tiru. Dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki lebih banyak tempat-tempat bersejarah namun masih saja ada beberapa yang terbengkalai. Seharusnya kita bisa bercermin dari kota malta valleta ini agar kelak anak-cucu kita masih bisa dengan bangga menceritakan kepada generasinya tentang kebudayaan dan sejarah negaranya.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini