06 April 2016

WIsata Spiritual Betara Turun Kabeh Pura Besakih 2016

Pura Agung Besakih berada di kabupaten Karangasem Bali. Pura ini bagi wisatawan asing sering di istilahkan sebagai mother temple Besakih. Sebutan ini dibuat karena Pura Besakih sebagai pura terbesar di Bali. Merupakan stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan dipuja oleh umat hindu di seluruh Indonesia.

Ada banyak rangkaian upacara yang ada di Pura Besakih. Namun di tahun 2016 ini saya berkesempatan untuk hadir dalam upacara betara turun kabeh di pura Besakih. Bagi sahabat yang belum begitu mengerti mengenai upacara suci dan sakral ini saya akan jelaskan inti dari prosesi upacara betara turun kabeh ini.

Upacara betara turun kabeh di pura besakih adalah upacara yang menggambarkan keseluruhan dewata yang merupakan manifestasi tuhan yang maha kuasa (ida sang hyang widhi) berkumpul pada balai pesamuan agung di pura agung besakih ini.

Para dewata akan bersatu untuk memberikan anugerah kepada umat hindu yang menghaturkan bhakti nya kehadapan beliau. Upacara betara turun kabeh ini biasanya diadakan setiap setahun sekali dalam sasih kedasa (kalender hindu)Pada saat upacara betara turun kabeh ini berlangsung maka semua simbol suci dari tuhan yang maha esa (ida sang hyang widhi wasa) akan di istanakan pada balai pesamuan agung.

suasana padat pura besakih
Senang rasanya di tahun 2016 ini bertepatan dengan masa libur dari kapal pesiar ini saya bisa berwisata spiritual ke pura Besakih. Kami berangkat pukul 7 pagi tanggal 3 april. Kami datang dari arah Klungkung, namun setibanya di kawasan wisata bukit jambul sudah terasa mobil kami berjalan perlahan sampai akhirnya benar-benar terjadi kemacetan parah. Namun kami bisa tiba di areal parkir pura sekitar pukul 13:00WITA.

Suasana macet ini mungkin karena hari itu adalah hari libur (pas hari minggu). Parkir yang disediakan panitia tidak mencukupi untuk menampung mobil-mobil dari umat yang ingin menghaturkan bhakti. Tempat parkir yang kami peroleh lumayan jauh dari lokasi pura besakih jadi kami harus berjalan sementara disekitar kami masih banyak mobil dan motor yang mencoba naik untuk menggapai parkir teratas. Saat itulah kami seringkali menghirup bau kopling yang hangus dari kendaraan roda empat. Baunya sungguh buat sakit kepala. Namun karena semangat ingin menghaturkan bhakti kehadapan tuhan dan kamipun lanjut terus.

Penataan kawasan suci pura Besakih tampaknya sudah mulai membaik ketimbang tahun-tahun sebelumya. Cuman yang saya rasakan masih kurangnya tempat pembuangan sampah. Mungkin ada disediakan oleh panitia tapi saya lihat itu terlalu kecil sebaiknya dibuatkan lebih besar dan dengan warna yang lebih mencolok agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Terimakasih kepada tuhan yang maha esa karena saya berkesempatan untuk hadir. Semoga tahun depan saya bisa kembali berwisata spiritual ke Pura Besakih dalam rangkaian upacara yang sama ataupun lainnya.

terimakasih telah membaca artikel saya.
salam blogger bali!

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini