11 April 2016

Mengenal Lebih Dekat Lawar Bali

Lawar adalah makanan tradisional khas daerah Bali. Bila sahabat pernah berlibur ke Bali dan berkunjung ke salah satu restaurant masakan Bali maka menu Lawar ini akan selalu ada. Citarasanya yang lumayan pedas membuat setiap orang akan ketagihan.

Seperti halnya saya dan teman-teman yang bekerja di kapal pesiar, kami jauh dari rumah (pulau Bali) dan saat semua berkumpul dan saya tanyakan menu makanan yang paling di rindukan, semuanya serentak menjawab lawar.


Namun lawar bagi orang Bali hanya di sajikan atau di buat saat datangnya upacara-upacara besar keagamaan. Karena lawar ini sendiri merupakan pelengkap dari sarana upacara tersebut. Mulai dari upacara keagamaan yang berskala kecil seperti upacara di merajan "pura keluarga", upacara di Pura Desa hingga upacara keagamaan besar yang dirayakan serentak seperti Galungan dan Kuningan.

Taukah sahabat bahwa Lawar dapat terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan bahan utama yang dimasukan oleh si pembuat lawar. Jenis-jenis lawar ini antara lain sebagai berikut:

1. Lawar Barak (Olahan Lawar yang berwarna merah)
Lawar dengan jenis ini menggunakan darah sebagai pencampur dari adonan lawarnya sehingga warna lawar bisa menjadi merah. Darahnya bisa berasal dari darah Ayam ataupun darah Babi. Jika menggunakan darah ayam maka daging utama pada lawar tentunya daging ayam begitu juga berlaku pada darah babi.

2. Lawar Putih (Olahan Lawar yang berwarna putih)
Lawar putih adalah jenis lawar yang biasanya digunakan sebagai sarana upacara. Di beberapa pelinggih (tempat berstana dewa-dewi) tidak membolehkan umat hindu menghaturkan persembahan yang mengandung darah. Oleh karena itulah diciptakan lawar putih yang merupakan lawar tanpa darah namun tetap dagingnya bisa ayam bisa babi dan bahan sayurannya tetap sama.

3. Lawar Celeng (Olahan Lawar yang berbahan dasar daging Babi)
Lawar jenis ini berbahan dasar daging babi dengan darah babi juga di dalamnya.

4. Lawar Siap (Olahan Lawar yang berbahan dasar daging Ayam)
Lawar jenis ini berbahan dasar daging ayam dengan darah ayam juga di dalamnya.

5. Lawar Penyu Olahan Lawar yang berbahan dasar daging Penyu)
Saat ini penyu merupakan binatang langka yang dilindungi habitatnya oleh negara. Jadi sangat sedikit yang dapat menjual olahan lawar penyu ini. Kalaupun ada sahabat harus berhati-hati mungkin saja daging penyunya palsu (diganti daging lain dengan rasa mirip). Namun masyarakat Bali tetap memerlukan lawar penyu sebagai pelengkap upacara tertentu. Untuk itulah pemprov Bali membuat konservasi penyu di Pulau Serangan yang lebih dikenal wisatawan dengan sebutan pulau Penyu. Di penangkaran tersebut umat hindu (dengan ijin khusus dari pemerintah) bisa memperoleh penyu untuk sarana upacara.

6. Lawar berbahan dasar sayuran tertentu saja/tanpa daging
Ini adalah jenis lawar yang bahan utamanya berupa sayuran seperti Lawar Kacang, Lawar Klungah (daging kelapa), Lawar Nangka, Lawar Gedang (dari pepaya) dll.

Namun jenis-jenis lawar tidak berhenti sampai disitu saja. Di setiap kabupaten di Bali memiliki cara dan olahan berbeda dengan nama berbeda-beda pula untuk lawar mereka. Di restaurant pun dibuat sedemikian rupa agar citarasanya pas dengan lidah para wisatawan.

Apa saja bahan dasar dari Lawar Khas Bali?

A.Bumbu Dasar
Laos
Kencur
Jahe
Kunyit
Bawang putih
Bawang merah
Kemiri
Lada hitam
Lada putih

B.Bumbu Tambahan “Embe”
Bawang merah
Bawang putih
Cabe
Terasi
Jeruk limau


C.Bahan Utama 
- Kelapa sedang (sudah tidak lembek lagi namun belum tua).
- Darah Ayam/Babi (jika ingin membuat lawar barak, namun untuk lawar putih tidak memerlukan darah)
- Kulit Babi (jika sahabat ingin membuat lawar babi, untuk lawar ayam berarti tidak diperlukan)
- Usus babi/ayam hati babi/ayam
- Kacang Panjang (bagi sahabat yang senang lawar yang ada campuran kacang panjangnya)

Kini sahabat telah mengenal lebih dekat dengan Lawar khas Bali ini. Saat berlibur ke Bali jangan lupa sahabat cicipi nikmatnya lawar bali ini.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini