24 April 2016

Made Sudira, Sarankan Anak Kapal Pesiar Membangun Usaha Perkebunan

Beberapa tahun belakangan ini banyak muda-mudi Bali yang bekerja di kapal pesiar. Banyak dari mereka yang bisa berhasil mengangkat perekonomian keluarganya, namun ada juga yang menggunakan hasil bekerja selama 6-9 bulan di kapal pesiar hanya untuk hura-hura dan memuaskan gengsi kehidupan modern.

Kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi Made Sudira di rumah beliau yang berada di Desa Payangan, tepatnya di Banjar Payangan Desa. Made Sudira adalah seorang TKI kapal pesiar yang sudah hampir 15 tahun bekerja di perusahaan kapal pesiar asal amerika yaitu Celebrity Cruise Line.

Made Sudira Dan Kebun Jeruknya, photo by: dewa setiawan


Made Sudira yang kini usianya 48 tahun sudah dikaruniai 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan ini mengatakan "Sebelum berangkat ke kapal pesiar, di waktu muda saya ini sempat jadi preman, keluyuran kesana-kemari dan hobi berjudi tajen (sabung ayam). Namun semenjak merasakan betapa susahnya mencari uang di kapal pesiar akhirnya saya mulai sadar dan ingin memanfaatkan hasil yang saya dapat di kapal ini dengan baik" begitu beliau dengan semangat menceritakan kepada saya.

Pulang Dari Kapal Pesiar Selalu Investasi Di Tanah

Di tahun-tahun awal keberangkatannya bekerja di kapal pesiar, setiap kali pulang ke Bali Made Sudira selalu menggunakan uang yang dia dapatkan untuk membeli beberapa bidang tanah di lokasi yang masih berdekatan dengan tempat tinggalnya. Menurut pria yang berperawakan besar dan lengan penuh tattoo ini, membeli sebidang tanah adalah cara terbaik untuk berinvestasi tahap awal. Harga tanah yang cenderung terus meningkat membuat investasi di tanah akan selalu menjadi primadona. Made Sudira juga mengatakan "Pada awalnya membeli tanah karena ini saya anggap seperti celengan daripada nabung/deposito di bank yang bunganya tidak begitu besar"
kebun jeruk lokasi A, photo by dewa setiawan

kebun jeruk lokasi B, photo by dewa setiawan



Karena dahulu setiap kali pulang dari bekerja di kapal pesiar made sudira selalu membeli tanah, sampai-sampai uang makan dan jajan sehari-hari masih meminta kepada sang istri yang juga bekerja di salah satu resort ber bintang di daerah wisata Ubud-Bali. Made Sudira menceritakan bahwa pada saat itu harga tanah di kawasan itu masih murah. Harganya hanya 7 juta rupiah untuk tanah dengan luas 1 are. Harga tanah tersebut bisa murah karena akses jalan yang minim dan tanah yang hanya ditanami padi saja. Namun Made Sudira tidak pernah memandang apa isi diatas tanah tersebut, entah berisi padi, tanah tegalan (kebun) atau tanah kosong dia tetap beli yang penting harganya murah. Hingga akhirnya beliau memiliki tanah yang luas totalnya kurang lebih 80 are.

Cerdik Melihat Peluang Masa Depan

Tak terasa bertahun-tahun telah Made Sudira habiskan untuk bekerja di Kapal Pesiar. Jumlah tanah yang beliau milikipun sudah lumayan banyak. Suatu ketika di masa liburannya, Made Sudira melihat ada peluang yang bagus untuk menanam pohon jeruk di tanah-tanah yang telah ia miliki. Namun beberapa orang disekitarnya meragukan keinginan Made untuk berkebun Jeruk. Mengingat kawasan itu sebagian besar ditanami padi. "Dulu semua kawasan ini adalah pusat pertanian padi, sejauh mata memandang isinya padi semua. menurut saya padi kurang menguntungkan, sehingga saya mengalih fungsikan lahan ini menjadi lahan tanaman jeruk" kata Made Sudira saat menunjukan lokasi tanahnya kepada saya.

Akhirnya Made Sudira membayar beberapa orang untuk ikut membantu mempercepat proses penggarapan lahannya. Ratusan bibit pohon jeruk Lumajang dan Siem dengan kualitas unggul ia datangkan dan mulai ditanami di keseluruhan tanah yang dimilikinya. Dirinya mengakui bahwa bukanlah orang yang pertama kali menanam jeruk di kawasan ini, ada beberapa orang yang terlebih dahulu menanamnya namun dalam skala kecil.

Tiga tahun setelah penanaman bibit jeruk, iapun akhirnya bisa menikmati hasil dari ratusan pohon jeruk yang ia tanam. Memang saat saya lihat langsung ke lokasi, jeruknya besar-besar dan rasanya manis. Banyak pengepul jeruk yang berdatangan ke tempatnya ingin membeli jeruk dari kebun milik Made Sudira ini. "Pohon jeruk ini bisa terus menghasilkan hingga umur 15 tahun dan setiap tahun bisa dipanen hingga 2 kali" kata Made Sudira dengan senyum lebar.

Saat saya tanyakan berapa omset yang bisa dia dapatkan dari hasil perkebunan jeruknya, dirinya mengatakan "dari kebun jeruk ini total yang bisa saya dapatkan kurang lebih 200 juta. Namun itu merupakan penghasilan kotor, maksudnya belum dipotong biaya pupuk, obat, bayar burh dan lain-lain"

Kebun Jeruk Yang Ada Penghasilan Sampingan

Ternyata selain hasil dari pohon jeruk, beragam tanaman sampingan pun bisa memberikan hasil yang lumayan besar. Disela-sela pohon jeruk dia tanami dengan tanaman cabai, kacang tanah, serai, dan bunga. Tidak hanya itu di bagian pinggir dari tanah kebun jeruknya ditanami pohon kelapa, duren, nangka dll. Dari hasil tanaman sampingan itu Made Sudira bisa mendapatkan penghasilan 1 hingga 2 juta sebulan. "intinya adalah kita harus rajin berkebun. Kalau kita ulet pasti bisa mendapat penghasilan dengan mudah dari berkebun. Saya kasi contoh ya, misalnya kita sudah tau kalau 3 bulan lagi akan datang hari raya nyepi, maka dari sekarang saya sudah tanami dengan bibit labu, dan pas dekat dengan hari raya nyepi saya sudah panen labu yang saya tanam di sela-sela tanaman jeruk ini. Harga labu saat itu pasti tinggi" kata Made Sudira yang berusaha membangkitkan jiwa wirausaha saya.
kacang tanah, photo by dewa setiawan

cabai, photo by dewa setiawan

sapi, photo by dewa setiawan

serai, photo by dewa setiawan


Selain tanaman itu, sekarang ini ada juga beberapa sapi yang dipelihara oleh pegawainya. Dulu dia sempat memelihara ratusan ekor ayam Bali yang disebar begitu saja di tanahnya. Namun sedikit-demi sedikit ayam-ayam itu raib entah kemana. Diapun memutuskan untuk memilihara sapi saja karena kotorannya juga berguna untuk pupuk.

Pandangannya Terhadap Anak-Anak Kapal Pesiar

Made Sudira merasa heran dengan teman-teman sesama TKI kapal pesiar yang satu angkatan dengan dirinya. Ada yang setelah belasan tahun kerja di kapal pesiar dan akhirnya berhenti, kemudian kembali lagi bekerja di hotel atau restaurant. "saya heran dengan teman-teman seangkatan saya, memang ada beberapa yang sudah sukses membangun bisnis dan itu saya senang, namun kebanyakan malah kerja lagi ke hotel atau restaurant. Lalu hasil yang mereka dapat selama ini dikemanakan? kata beliau sambil menggelengkan kepala.

Beliau menambahkan kalau sebenarnya usaha yang paling bagus prospeknya kedepan adalah di bidang pertanian dan peternakan. Memang butuh modal yang besar namun jika dikelola dengan baik resiko yang didapat cenderung kecil dan hasilnya besar. Made juga mengatakan "ini semua sebenarnya karena gengsi saja, bertani dan beternak pekerjaan yang terlihat kotor, mana ada pekerja kapal pesiar yang mau menjalankannya. Kebanyakan malah memilih kerja lagi dengan orang agar bisa terus terlihat keren"

Saya serasa mendapatkan ilmu wirausaha dengan terjun langsung melihat lahan perkebunan milik Made Sudira. Banyak hal yang beliau ajarkan ke diri saya. Terutama mengenai jeruk. Beliau sangat antusias menjelaskannya dan mendukung jika nantinya saya ingin berusaha di bidang yang sama.

Tidak seperti anak kapal pesiar lainnya yang hari-hari dihabiskan untuk kesana-kemari menghabiskan uangnya, namun bapak yang satu ini malah lebih memilih untuk ada di perkebunan jeruknya dari pagi hingga sore untuk menghabiskan waktu liburan yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Saya sendiri kagum dengan pola pikir dan kinerja dari Made Sudira. Beliau sangat menginspirasi, terutama bagi kita yang masih muda-muda dan bekerja di kapal pesiar. Daripada menghabiskan uang untuk bergaya hidup mewah, lebih baik kita membangun aset untuk masa depan. Seperti bapak Made Sudira yang telah belasan tahun di kapal pesiar dan kini merencanakan pensiun setelah dua tahun kedepan.

Semoga kisah ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Mungkin banyak diluar sana yang lebih hebat dari Made Sudira, namun bukan itu intinya. Yang saya ingin sampaikan adalah bagaiman kerja keras dan usaha yang tekun dalam bidang pertanian atau peternakan juga bisa menghasilkan uang yang bahkan jumlahnya bisa mengalahkan gajih kalian satu kontrak di kapal pesiar.

Terimakasih telah membaca,
salam blogger Bali.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



1 komentar:

Gak sia-sia usahanya ya pakdhe, nabungin uang gaji beli tanah jd kebun jeruk, penghasilannya menakjubkan.. wiuhh, keren.

Posting Komentar

cari artikel menarik disini