20 Februari 2015

Denpasar Banjir, Salah Siapa?

foto by: official fanspage Superman Is Dead
Hujan mengguyur kota Denpasar kemarin (20/02/2015). Saat itu saya sedang berada di seputaran jalan mahendra data Denpasar. Tiba-tiba hujan dengan intensitas sedang lambat laun terus menjadi semakin lebat, lebat dan sangat deras. Hujan disertai dengan angin yang kencang membuat saya harus berteduh sejenak di pinggiran toko. Saat itu saya mengendarai sepeda motor. Meskipun menggunakan jas hujan, saya tetap memilih tidak melanjutkan perjalanan karena hujan yang begitu deras disertai angin, selaiin itu saya sudah melihat aliran air yang terus datang dari berbagai arah, seakan saluran air tidak berfungsi hingga air mengalir diatas aspal.

Air yang menggenang terus semakin tinggi dan bertambah banyak jumlahnya, saat itu saya khawatir akan terjebak banjir, jadi saya putuskan melanjutkan perjalanan. Kemudian karena banjir di seputaran teuku umar denpasar tampak macet. Saya mencari jalan-jalan kecil agar bisa sampai rumah.

Dari media sosial saya baca, banyak status masyarakat yang mengeluhkan Banjir, Macet dan mengaitkan semua ini dengan efek rklamasi nantinya jika jadi dilaksanakan. Yang terparah adalah Jalan waturenggong, Seputaran renon dan sanur. Bahkan banyak foto dan video beredar tentang banjir di kota Denpasar. Mereka berfoto sambil berenang dan mengajak kita untuk berenang, seakan mengejek pemerintah Bali saat ini.

Saluran DSDP yang jebol di waturenggong membuat air semakin tinggi. Bisa di bayangkan jika kegagalan operasi dari proyek semacam itu sudah membuat denpasar tenggelam, bagaimana jika nantinya teluk Benoa di reklamasi, bisa-bisa Bali ini tenggelam. Utamanya daerah Bali selatan yang merupakan daerah dataran rendah.

Sudah saatnya pemerintah lebih teliti dan mencermati berbagai hal yang sudah terjadi dan dampak potensial yang ditimbulkan saat suatu keputusan itu akan diambil. Banjir seperti kemarin itu juga bukan hanya salah pemerintah, namun kebiasaan masyarakat kita yang masih membuat sampah sembarang juga menjadi faktor sebab lainnya.

Harusnya semua msyarakat, pemerintah dan instansi terkait bisa saling sadar diri dan ikut menjaga ligkunga sekitar. Karena jika banjir yang repot itu juga kita sendiri yang berada di kawasan banjir itu. Semoga kejadian kemarin bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Dan bisa menjadi acuan pemerintah untuk berbenah dalam mengambil berbagai kebijakan tentang lingkungan.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini