02 Februari 2015

Apakah Keputusan GOLPUT Saya Benar?

img.google.com
Tahun yang baru telah hadir dan bahkan telah kita lampau sebulan. Namun negeri Indonesia tercinta ini tampaknya banyak dilanda masalah sulit di awal tahun 2015. Mulai dari Air Asia yang jatuh di perairan Bangka Belitung, Banjir di beberapa wilayah jawa Barat, juga tanah longsor yang melumpuhkan aktifitas perekonomian warga.

Disisi lain saya juga ikut mengamati perkembangan politik dan keamanan di Indonesia melalui berbagai media masa baik online, cetak maupun berita di televisi. Polemik antara KPK dan Polri adalah isu yang tengah panas bergulir di pemerintahan bapak Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bagaimana tidak, kedua institusi yang seharusnya bersatu untuk menegakkan hukum di negeri kita ini malah lebih terasa aroma persaingan diantara keduanya. Di mulai dengan penangkapan BG oleh KPK yang terkesan ada kepentingan politik didalamnya, juga selanjutnya polri memberikan balasan dengan menangkap BW yang merupakan wakil ketua KPK.

Negeri ini tampaknya sangat sulit dikendalikan oleh pemimpin manapun. Meskipun kinerja pemimpinnya baik tapi realitas pembantunya yang masih suka melakukan aksi KKN akan membuat kondisi negara jatuh juga. Tampaknya revolusi mental yang dicanangkan bapak presiden kita semasa kompanyenya merupakan gagasan yang sangat mulia. Namun muncul pertanyaan di benak saya, apakah semua pejabat dan aparatur negara siap untuk menjadi bagian dari revolusi mental itu? atau justru malah masih nyaman dengan sistem politik warisan orde baru yang membuat jabatan menjadi hak untuk berkuasa atas apapun.

Pada saat pemilu diadakan tahun lalu saya sendiri terus terang saja melakukan GOLPUT. Mungkin bagi banyak kalangan ini merupakan hal yang salah dan tidak mencerminkan sebagai warga negara yang baik. Namun, keputusan itu saya pilih karena kekecewaan yang saya rasakan dari presiden-presiden sebelumnya yang telah saya pilih dan menang. Kemudian apa yang terjadi? adalah hal serupa akan terus berulang! korupsi, suap menyuap, bahkan kasus cicak Vs buaya ini kisahnya seperti sinetron tersanjung!

Namun dimasa depan  nanti, saya tetap berharap indonesia akan menjadi negara yang unggul. Bahkan bisa mengalahkan negara paman sam. Namun diperlukan seorang pemimpin yang memiliki visi dan misi yang berlandaskan kesejahteraan untuk warga negara. Yang terpenting adalah pemimpin bangsa harus bebas dari segala bentuk kepentingan. Karena kepentingan dari berbagai pihak inilah yang menyebabkan perpecahan bangsa dan berbagai masalah didalamnya seperti yang kita lihat akhir-akhir ini.

Jadi keputusan  saya golput memang adalah pendapat saya sendiri dan itu adalah bentuk aspirasi kekecewaan saya semata dan bukan saya anjurkan untuk anda ikuti.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini