28 September 2014

Perencanaan Pembangunan Bale Daja

ilustrasi by google image
Setelah kepulangan saya dari kontrak kerja di kapal pesiar, kemudian hari-hari saya akan disibukan dengan acara pembangunan gedong atau Bale Daja. Bale Daja adalah bangunan arsitektur Bali yang harus ada di suatu pekarangan keluarga hindu Bali.

Menurut asta kosala kosali atau yang lebih akrab bila kita sebut fengshui nya umat hindu Bali maka banngunan yang harus ada di pekarangan rumah keluarga hindu bali adalah:
  • Pamerajan (bangunan suci tempat persembahyangan keluarga)
  • Paon (dapur keluarga)
  • Bale Daje (untuk ruang tidur dan bisa juga menerima tamu penting)
  • Bale Dauh (untuk ruang tidur dan menerima tamu dari kalangan biasa)
  • Bale Dangin (biasanya untuk upacara)
  • Lumbung (tempat penyimpanan padi)
  • Aling-aling (sebagai pengalih jalan masuk agar dari pintu masuk tidak langsung lurus)
  • Angkul-angkul (sama seperti gapura dalam pintu masuk)
Sebidang tanah yang cukup luas telah tersedia di sebelah utara pekarangan rumah saya yang ada di Bangli. Namun karena keterbatasan biaya maka sampai sekarangpun belum bisa mewujudkan pembangunan bale daja ini. Meskipun dulu pernah ada bangunan bale daja, namun kondisinya yang sudah tua dan rapuh menyebabkan keluarga besar kami merubuhkan bangunan itu.

Puji syukur kehadapan ida sang hyang widhi wasa karena berkat rejeki yang beliau limpahkan akhirnya saya bisa melakukan pembangunan bale daja di tahun 2014 ini.Untuk mengapresiasi hal ini maka saya akan posting dalam blog saya ini berbagai hal serangkaian dengan pembangunan bale daja di kampung halaman saya. Tujuannya bukan untuk pamer namun semoga nantinya bisa bermanfaat bagi anak cucu saya sebagai sumber dokumentasi online.

cari artikel menarik disini