10 Desember 2014

Mafia Bola di Indonesia

ilustrasi google/image
Malam ini setelah menyaksikan tayangan dari mata najwa di metro TV tentang mafia bola saya geram sekali dengan kenyataan yang ada di persepak bolaan negeri kita ini. Dalam dialog tadi dihadirkan beberapa tamu seperti dari komisi disiplin PSSI, Mentri olah raga, suporter dari PSS Sleman dan para pengamat sepak bola Indonesia.

Yang saya tidak habis pikir ternyata sebuah pertandingan sepak bola bisa di atur sedemikian rupa demi untuk menguntungkan para penjudi Bola. Bahkan dari kesaksian pemain timnas yang sudah pensiun itu, bahwa dirinya sempat disodorkan uang sejumlah puluhan hingga ratusan juta untuk tidak mencetak gol ke gawang lawan.

Sungguh ironis nasib sepak bola di negara kita. sebagai anak bangsa yang ingin negaranya maju di bidang sepak bola justru dalam liganya sendiri ada akal-akalan yang lebih mengarah ke sepak bola untuk kalah (karena di bayar) bukan sepak bola untuk menang dan meraih prestasi terbaik. walaupun PSSI yang dalam kesempatan tadi diwakili oleh komisi disiplinnya terus mengusut tuntas akar permasalahan mafia bola ini, namun sebagian besar audience menyoraki beliau yang seakan tak pernah percaya lagi dengan kemampuan PSSI untuk menangani sepak bola nasional.

 Pelatih tim nasional U-19 Pak Indra Syafri pun turut angkat bicara dalam diskusi itu. Beliau juga mengatakan bahwa sangat banyak permasalahan yang menyebabkan buruknya prestasi dari para pemain timnas yang bukan disebabkan oleh kualitas dari pemain itu sendiri melainkan adalah permasalahan yang ada di tubuh PSSI sendiri. Padahal beliau bersama tim telah menyusun berbagai planning yang terbaik untuk tim nas U-19 namun, tidak pernah selaras dengan realisasi dari PSSI.

 Saya dan ayah saya sebagai pecinta sepak bola nasional hanya bisa menggelengkan kepala menyaksikan tayangan itu. Mungkin saja kesabaran warga Indonesia telah habis! khususnya pecinta Bola. Hingga akhirnya mereka melalui media sosial menyerukan petisi untuk membekukan kepengurusan PSSI. Kata pelopor dari petisi ini sudah ada 2000 orang yang memberikan tanda tangan. Apa memang sebaiknya PSSI dibubarkan? Namun sekali lagi semua aturan yang ada dalam sepak bola diatur sepenuhnya oleh FIFA. Bukan berarti pemerintah harus cuci tangan dalam masalah ini. Karena disini telah terjadi unsur pidana yaitu penyuapan. Jika pemerintah bisa berkonsulatasi dengan FIFA guna mendapatkan solusi yang terbaik untuk sepak bola nasional kita maka, pastinya hal-hal semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi.

Dalam Mata Najwa di istilahkan sepak bola Gajah! ayah saya tak mengerti dan saya jelaskan sesuai pengertian saya. Jadi begini pak, sepak bola kita di ibaratkan seperti sepak bola gajah karena bila gaja bermain bola maka harus ada pawang yang mengatur permainan itu. Begitu halnya dengan sepak bola nasional kita yang ada mafia yang bermain di dalamnya demi keuntungan individu tertentu. ayah saya langsung menjawab "iya bener banget tuh, keren juga istilahnya..." Kita mengharapkan yang terbaik untuk sepak bola nasional dan tentunya tim nasional Indonesia. Semoga Pak Presiden Jokowi dan Jk bisa memecahkan masalah berkepanjangan ini melalui menteri olah raganya.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini