04 Juli 2014

Pemilu 2014 Media Nasional Terkotak-Kotak

by google image
Tak terasa lima tahun telah berakhir masa jabatan presiden kita bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Banyak hal yang pastinya telah beliau lakukan untuk perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia ini. Mungkin ada yang kita lihat dan kita rasakan namun ada juga tentunya yang perlu proses untuk kita rasakan manfaatnya. Tapi intinya kita sangat berterimakasih pada beliau yang telah bekerja keras selama 2 x 5 tahun kepemimpinannya.

Kini saatnya pemilu hadir kembali untuk bangsa Indonesia. Nuansa pemilu yang dulunya terlihat mencekam dan menegangkan kini telah berubah menjadi sesuatu yang dinantikan oleh warga negara Indonesia. Kandidat yang ada pada pemilu 2014 ini hanya dua. Menurut saya itu lebih baik, daripada kita dipusingkan dengan banyak pasangan calon yang mengumbar visi dan misi yang belum tentu akan terlaksana nantinya jika mereka terpilih. Jadi dengan terkerucutnya pasangan capres dan cawapres membuat warga lebih fokus untuk memilah-milah calon yang mereka harapkan menjadi pemimpin bangsa ini.

Namun ada yang nampak begitu berbeda dalam pesta demokrasi kita di tahun 2014 ini. Saat saya menyaksikan berbagai berita di televisi nampak tiap stasiun televisi seperti memiliki calonnya sendiri dan gencar mempromosikan melalui berbagai liputan-liputan yang positif tentang capres dan cawapres yang di dukungnya. Dan pasangan calon yang menjadi rivalnya akan dicari-cari berbagai macam kesalahannya, dikorek korek hal negativnya hingga yang bersifat pribadi.

Media masa yang memiliki fungsi sebagai sumber pencerahan bagi masyarakat luas kini malah menjadi lahan partai untuk berpromosi. Tentunya hal ini menghilangkan sisi netralitas dari media masa. Contohnya jika kita nonton tv one maka berita yang mereka suguhkan memang tentang pemilu 2014, namun isinya adalah segala hal tentang Prabowo Sugianto dan Hatta. Begitu juga dengan metro tv mereka juga menghadirkan berita tentang Jokowi dan JK.

Sesungguhnya saya dan warga negara Indonesia tentunya menginginkan media bisa memberikan informasi yang jelas dan jujur tentang ke dua pasangan calon. Bukanya malah berpihak pada satu pasangan calon dan akhirnya yang bangsa ini dapatkan mungkin hanya citra citra positif dari capres dan cawapres yang mereka dukung dan kebenaranya itu masih harus kita pertanyakan. Tapi tanyakan pada siapa?? haha.. media masa? tidak mungkin lagi karena mereka telah terkotak kotak dengan kubu yang berbeda.

Mudah-mudahan pemilu kali ini dapat berjalan dengan aman dan damai. Tentunya itu harapan kita bersama sebagai bangsa yang demokratis.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini