11 September 2012

Tips Memilih Koper Untuk Kerja Ke Kapal Pesiar

foto by google image
schedule kamu sudah dateng? atau mungkin Job letter kamu sudah di tangan :-D wahh pasti bahagia sekali rasanya bagi crew yang first contract di kapal pesiar. Hal yang pertama mungkin kamu akan pikirkan setelah itu adalah koper seperti apa yang cocok untuk dibawa berangkat ke kapal pesiar?

seperti halnya kamu, saya pun juga sempat bingung untuk memilih jenis koper yang akan dibawa kerja ke kapal pesiar. saat mencoba shopping di sebuah mall di seputaran Denpasar, disana terdapat banyak sekali ragam jenis, bentuk dan ukuran koper.

beritasatu.com pernah merilis tentang tips memilih koper secara umum. nah lebih baik baca dulu bagaimana memilih koper secara umum ini:

1. Bahan
Koper yang terbuat dari bahan keras menawarkan perlindungan yang lebih kuat. Namun, jika terjadi retak atau penyok akan sangat susah untuk diperbaiki. “Plastik mudah retak,” ujar Saks.

Polikarbonat sangat ringan dan tidak mudah retak, tapi mudah penyok. Petugas pramugari tidak menyukai koper yang keras karena sulit disimpan di atas kabin. Koper yang terbuat dari nylon lebih mudah disimpan serta jika terjadi kerusakan juga mudah untuk diperbaiki.

2. Gagang


Gagang koper yang rusak adalah hal yang paling sering terjadi. “Petugas bandara biasanya melempar koper dengan memegang bagian gagangnya sehingga mudah rusak,” ujar Saks. Gagang yang terbuat dari dua bar lebih kuat daripada yang terdiri dari satu baru. Pastikan memeriksa bagian dalam koper karena gagang koper yang baik biasanya memberikan lebih banyak ruang di dalam koper.

3. Resleting
Petugas bagasi biasanya menyeret koper di lantai sehingga bagian resleting mudah rusak. Resleting besi terlihat kokoh, tapi mudah tersangkut. Semua resleting koper menjadi celah air masuk jika koper kehujanan di troli. Koper yang keras biasanya lebih tahan air, tahan debu, dan lebih kuat terhadap kelembapan.

4. Roda

Petugas pesawat menyukai koper dengan 4 roda. “Koper jenis itu mudah untuk melalui tangga karena bisa melewati jalan tak berundak di samping,” ujar Engasser. Namun, koper dengan 2 roda lebih cocok untuk koper berukuran besar karena mudah untuk bermanuver di sela-sela keramaian.

5. Bentuk

Menurut Smith, koper yang paling buruk adalah yang memiliki bagian belakang keras dan bagian depan lunak, sebab mudah tertekan dan penyok ketika disimpan. Koper dengan bentuk yang bentuk yang rapi dan lapisan luar yang keras tidak mudah rusak ketika proses loading bagasi.

6. Penyimpanan

Barang yang mudah rusak lebih baik disimpan dalam koper yang keras, dan pakaian juga tidak mudah kusut,  menurut Saks. “Salah satu masalah besar bagi kami adalah ketika orang-orang memasukkan barang melebihi kapasitas koper. Sebab, koper mereka akan hancur jika resletingnya rusak.”

7. Harga

“Jika Anda sudah menetapkan harga tertentu, Anda tidak perlu mencari yang lebih baik lagi berapa pun uang yang harus dikeluarkan,” ujar Saks. Saks menambahkan bahwa US$150 adalah harga paling mahal yang dapat Anda keluarkan untuk membeli koper yang paling baik, dan dengan uang US$25 tentu Anda akan mendapat koper dengan kualitas yang kurang, namun itu cocok untuk turis yang jarang bepergian. “Ketika rusak, Anda bisa membeli lagi koper yang murah,” ujar Saks.

Untuk kamu yang bekerja di kapal sebaiknya jangan bawa yang terlalu besar, karena perjalanan kamu kan lumayan jauh. kalau besar-besar bakalan berat juga nariknya. jadi ribet juga kan?

Nah, tips yang lain sebaiknya juga perhatikan jenis bahannya. jangan yang terlalu kaku atau keras. bakalan ribet kamu nyimpennya nanti.

Perlukah ada kuncinya? ehm,, ada beberapa koper sekarang yang menggunakan kunci kombinasi angka langsung pada koper yang terhubung ke resletingnya. boleh juga ditambahkan dengan gembok kecil. tapi tanpa kuncipun tak masalah. asalkan jangan pernah memasukan dokumen original kamu di dalamnya.
Untuk domkumen penting, kamu bisa bawa tas ransel.

happy sailing guys..
see u on board

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini