23 Agustus 2012

Warga Muslim Pulang Kampung, Denpasar Sepi Dagang

foto by google images
hari raya lebaran tahun 2012 sepertinya semarak sekali. terlihat dari geliat pemberitaan di media masa yang memantau arus mudik di berbagai wilayah. agak bosen juga sih kalau yang diberitain masalah jalanan terus. tapi ya namanya juga media masa, selalu memberitakan yang sedang hot hot aja :-)

mungkin yang lupa para awak media itu beritakan adalah sepinya kota denpasar yang ditinggal mudik oleh para anak rantauan :-D. di hari-hari biasa sebelum lebaran, denpasar seperti kota yang tak pernah tidur. kalau laper ditengah malem bisa langsung ke luar rumah. sekitar 100 M udah ada dagang sate ayam, gule kambing, martabak, lalapan dsb.

hal yang berbeda terlihat saat idul fitri. tat kala semua pedagang yang sebagian besar adalah umat muslim berlebaran, denpasar tampak sepi. bahkan di siang haripun banyak toko yang tutup. pedagang-pedagang kaki lima juga pada kabur ke kampung (padahala gak ada hansip yang nguber hahaa).

tidak hanya saya yang suka kelaperan malem-malem yang susah cari dagang, ternyata ibu sayapun ikut susah, karena dagang sayur yang biasa datang dengan menggunakan motornya keliling gang sekarang tak tampak batang hidungnya.

ternyata banyak sekali peluang usaha yang tidak pernah dilirik oleh masyarakat bali. terutama masyarakat yang tinggal di kota metropolitan (denpasar). padahal beragam bisnis sederhana yang dijalankan oleh para pendatang (sebagian besar muslim) tak kalh menguntungkan dengan hanya sekedar bekerja di sektor pariwisata.

yaa.. namanya juga gengsi. kalau kata kakek saya, orang bali bekerja terlalu mementingkan gengsi (termasuk saya sendiri hihihihi). title kerja sebagai 'pegawai hotel' atau 'pegawai ini' pegawai itu' begitu dibanggakan. maka jangan disalahkan mereka yang datang mencuri peluang di lahan basah ini hahaha..

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini