16 April 2012

Awali Dari Pembangunan Angkul-Angkul

membersihkan paras peninggalan leluhur untuk angkul-angkul
angkul-angkul merupakan pintu masuk rumah adat bali dengan berbagai ukiran dan ornamen khas bali di bagian atas maupun samping kiri-kanan. angkul-angkul rumah adat bali selain sebagai kesan pertama saat memasuki rumah keluarga hindu bali, juga merupakan struktur bangunan bali yang memiliki nilai magis. angkul-angkul juga akan melengkapi konsep tri hitakarana yang diusung masyarakat hindu dalam penerapannya pada bangunan tempat tinggal.

bulan mei 2012 keluarga besar dalem sukawati yang bertempat di desa susut, banjar sulahan akan mengadakan upacara dewa yadnya. namun karena pekarangan kami belum memiliki angkul-angkul, maka pada saat meminta petuah ke pendeta disarankan untuk membuat angkul-angkul terlebih dahulu.

awalnya kami mengusulkan untuk membuat angkul-angkul dengan bahan triplek yang dihias dengan cat dan variasi mirip angkul-angkul. maka jadinya akan seperti pada saat kamu menyaksikan pentas seni arja atau bondres. di sebelah kanan dan kiri tirai tempat penari keluar ada hiasan seperti angkul-angkul. maksud kami untuk menghemat biaya.

namun sang pendeta tidak menyetujuinya. karena angkul-angkul itu harus dibuat permanen. yang dalam kasat mata merupakan jalan masuk bagi para leluhur yang menyaksikan upacara. selain itu, disana juga akan ada pependeman orti bagia, kata beliau.

kami menggunakan bahan paras malem untuk membuat angkul-angkul ini. karena kami ingat masih memiliki warisan batu paras dari nenek moyang kami yang masih begitu keras da kokoh. memang perlu sedikit dibersihkan. namun tetap saja kami harus membeli beberapa meter batu paras lagi hingga angkul-angkul kami rampung.

konon batu paras ini di ambil dari punggung gunung batur. kata kakek saya, batu paras itu dipikul dari batur menuju desa saya dan tentunya dengan berjalan kaki. saya bisa membayangkan betapa lelahnya leluhur saya pada jaman itu. jadi untuk menghargai jasa beliau, kami tetap menggunakan batu paras malem peninggalan beliau sebagai dasar dari angkul-angkul kami.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini