16 Februari 2012

Resign Setelah Setahun Kerja di Hotel

pilihan yang sulit sebenarnya. antara melanjutkan karir di hotel bintang lima atau rehat sejenak untuk memulihkan kondisi badan yang kian melemah akibat seringnya begadang. sebenarnya masih ingin bekerja di hotel itu sebagai room service waiter. tapi, banyak alasan dan pertimbangan yang dipikirkan aleh kedua orang tua saya dan tentunya pertimbangan diri sendiri.

hal yang paling mendasar sebenarnya adalah keinginan untuk fokus terhadap upacara dewa yadnya yang akan keluarga besar saya rencanakan di 2 bulan mendatang. tapi kenapa mesti resign? begitu kata supervisor saya di hotel. memang sulit utuk dijelaskan. tapi begini gambarannya, walaupun berjulukan keuarga besar, namun sebenarnya keluarga besar yang saya miliki hanya terdiri dari 8 pria yang itu sudah termasuk saya sendiri. tentunya kami dibantu oleh sanak keluarga yang ada di sekitar. meski begitu, hal-hal pokok seperti persiapan perlengkapan, renovasi pura keluarga (Merajan), Pembelian bahan dll harus dilakukan dan direncanakan oleh keluarga inti. ya, katakanlah saya tidak berperan penting dalam hal-hal menyangkut bebantenan. namun dalam keluarga besar saya, hanya saya seorang yang menempuh pendidikan hingga kuliah. kini tugas untuk mengatur keuangan upakara yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar  70-80 juta itu dibebankan kepada saya. tentunya saya sendiri harus mulai membuat perencanaan bagaimana siklus keluar masuknya uang dan terus memberikan update dana agar transparant.

mungkin upacara dewa yadnya di pura keluarga saya ini akan berlangsung kurang lebih sebulan. namun persiapannya mencapai dua bulan. belum lagi tamu undangan yang rencananya akan hadir adalah pejabat tinggi daerah dan juga penglingsir (orang yang dituakan) dalam salah satu Puri di Bali yang juga turut hadir membuat kami harus mempersiapkan diri dengan matang.

alasan kedua adalah datang dari keinginan saya bekerja di Kapal Pesiar. dari bulan lalu saya telah menghadiri beberapa sesi interview dan astungkara semuanya lulus dengan memuaskan. dan yang terakhir saya telah bertemu dengan user dari kapal tersebut dan sekali lagi astungkara posisi yang beliau berikan lumayan bagus untuk awal berkarir di kapal pesiar (cruise line). kini hanya tinggal pendidikan ke jakarta dan mengurusi dokumentasi melaut. pertimbangan saya dan keluarga adalah sembari ngayah di Merajan saya bisa punya  banyak waktu untuk mengurusi dokumen. tanpa harus terbebani oleh schedule kerja di hotel.

meskipun belum tentu setelah dokumen selesai saya bisa langsung berangkat, tapi setidaknya dengan berhenti sejenak dari rutinitas kerja di hotel maka saya bisa mengerjakan dua hal penting sekaligus. walaupun saya tau dampaknya adalah kantong yang akan terus menipis karena tidak adanya pemasukan. itu bukanlah masalah besar, karena saya tidak beristirahat lama. mungkin hanya 3 bulan. setelah semua urusan baik urusan dengan leluhur dan ida sang hyang widhi wasa ataupun urusan di agent kapal sudah selesai, maka saya akan mencari pekerjaan lagi. tentunya sembari menunggu job letter saya datang :-)

memang pilihan yang susah, tetapi hidup memang harus selalu memilih. jika bingung untuk memilih, maka gunakanlah pilihan hati kalian untuk hidup :P

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



0 komentar:

Posting Komentar

cari artikel menarik disini